TEPI·LAPANGAN
Analitik

Gol yang dicegah, bukan gol yang kebobolan: membaca post-shot xG untuk menilai kiper

Persentase penyelamatan menghukum kiper yang menghadapi tembakan sulit dan memuji yang menghadapi tembakan mudah. Post-shot xG memperbaikinya dengan menimbang kesulitan tiap sepakan tepat sasaran, lalu mengubahnya jadi satu angka: berapa gol yang benar-benar dicegah seorang kiper.

Yoga Pratama · Tepi Lapangan · 20 September 2026

Dua kiper mengakhiri musim dengan persentase penyelamatan yang sama, katakanlah 72 persen. Angka itu menempatkan mereka setara di tabel mana pun yang mengurutkan kiper dari yang paling banyak menepis. Tetapi satu di antaranya menghadapi hujan tembakan jarak dekat dari dalam kotak, sementara yang lain sebagian besar menepis sepakan lemah dari luar kotak yang memang mudah ditangkap. Persentase penyelamatan memperlakukan keduanya sama, dan di situlah ia menyesatkan: ia menghitung berapa banyak tembakan yang ditepis tanpa peduli seberapa sulit tembakan-tembakan itu. Ada metrik yang menutup lubang ini, dan ia sudah tersedia untuk publik di FBref maupun penyedia data besar: post-shot expected goals.

Apa yang diukur post-shot xG

Expected goals biasa (xG) menilai sebuah peluang sebelum bola ditendang — dari jarak, sudut, jenis assist, dan situasi. Ia menjawab pertanyaan “seberapa bagus peluang ini?”. Post-shot xG, atau PSxG, menilai sesuatu yang berbeda: kualitas tembakan setelah bola meninggalkan kaki. Menurut penjelasan Hudl, model ini memakai lintasan, kecepatan, dan titik di mana bola mencapai mulut gawang, semuanya data yang baru ada setelah sepakan diambil. Ia menjawab pertanyaan yang jauh lebih relevan bagi seorang kiper: “seberapa mungkin tembakan ini menjadi gol, mengingat ke mana dan secepat apa ia benar-benar melesat?”

Ada satu batasan penting yang membuat PSxG masuk akal sebagai alat ukur kiper. Ia hanya dihitung untuk tembakan tepat sasaran. Tembakan yang melebar atau diblok bek punya PSxG nol, sebab tembakan yang tidak mengarah ke gawang tak pernah menjadi tugas kiper. Sepakan melenceng tetap punya xG — peluangnya nyata ada saat pemain menembak — tetapi PSxG-nya nol karena bola itu tak pernah mengancam. PSxG, dengan kata lain, hanya menimbang bola-bola yang benar-benar harus dihadapi penjaga gawang.

Kenapa dua tembakan ber-xG sama bisa berbeda jauh

Ilustrasi yang dipakai Hudl menangkap intinya. Sebuah tembakan melengkung sempurna ke pojok atas gawang dan sebuah tembakan lemah setinggi dada bisa punya nilai xG yang identik, keduanya diambil dari titik yang sama dengan situasi yang sama. Tetapi keduanya bukan penyelamatan yang setara. Yang pertama nyaris mustahil dihentikan; yang kedua semestinya ditangkap kiper mana pun. PSxG memisahkan keduanya: sepakan ke pojok atas mendapat PSxG tinggi (hampir pasti gol), sepakan setinggi dada mendapat PSxG rendah. Menepis yang pertama adalah prestasi; menepis yang kedua sekadar tugas rutin.

Di sinilah PSxG mengungguli persentase penyelamatan. Persentase penyelamatan menghitung tepisan sebagai satu unit seragam, seolah semua tembakan sama beratnya. PSxG memberi bobot berbeda pada tiap tembakan sesuai kesulitannya, sehingga kiper yang rutin menghadapi sepakan mematikan tidak lagi dihukum oleh statistik hanya karena lawannya menembak lebih baik.

Dari kesulitan tembakan ke gol yang dicegah

Kegunaan PSxG memuncak saat ia diubah menjadi ukuran tunggal performa kiper. Caranya: jumlahkan PSxG dari semua tembakan tepat sasaran yang dihadapi seorang kiper, lalu kurangi jumlah gol yang benar-benar ia kebobolan. FBref menyebut angka ini PSxG+/- (PSxG minus gol kebobolan); istilah lain yang beredar adalah goals prevented atau Goals Saved Above Average. Logikanya lurus: bila total PSxG tembakan yang Anda hadapi adalah 40, artinya seorang kiper rata-rata diperkirakan kebobolan sekitar 40 gol dari tembakan-tembakan itu. Kalau Anda hanya kebobolan 32, Anda mencegah 8 gol lebih banyak daripada ekspektasi. Angkanya positif, dan itulah tanda seorang penepis tembakan di atas rata-rata.

Contoh nyatanya bisa dilihat di Premier League 2023/24. Memakai metrik PSxG minus gol kebobolan dari FBref, sebagaimana dihimpun Football365, José Sá dari Wolverhampton mencatat sekitar +8,9, tertinggi di liga musim itu, yang berarti ia menyelamatkan hampir sembilan gol lebih banyak daripada yang diperkirakan model dari tembakan-tembakan yang ia hadapi. Di ujung lain tabel yang sama, kiper dengan angka negatif menandakan mereka kebobolan lebih banyak daripada seharusnya. Satu angka, dan ia langsung memisahkan kiper yang benar-benar menopang timnya dari yang sekadar kebetulan berdiri di belakang pertahanan yang jarang ditembus. (Angka bisa bergeser sedikit bila penyedia memperbarui modelnya, jadi selalu baca sumber dan musimnya.)

Yang tidak diberitahu PSxG kepada Anda

Sebagus apa pun, PSxG hanya mengukur satu dimensi dari pekerjaan seorang kiper: kemampuan menghentikan tembakan. Ia tidak menilai penempatan posisi yang mencegah tembakan terjadi sejak awal, tidak menghargai kiper yang menyapu bola di luar kotak (sweeper keeper), tidak mengukur penanganan bola silang, dan tidak menyentuh kualitas distribusi yang memulai serangan. Seorang kiper modern dituntut jauh lebih banyak daripada sekadar menepis, dan PSxG diam soal sebagian besar tuntutan itu.

Ia juga berisik dalam sampel kecil. Satu pertandingan bisa didistorsi oleh satu tembakan mustahil yang kebobolan atau satu penyelamatan luar biasa; angka PSxG+/- baru bermakna setelah puluhan pertandingan, ketika keberuntungan saling meniadakan. Dan seperti semua model, nilainya berbeda antar penyedia: FBref, StatsBomb, dan Hudl memakai fitur data yang tak sama, sehingga angka pastinya bisa berbeda meski arah kesimpulannya biasanya sejalan. Membaca PSxG dengan benar berarti memakainya sebagai satu bab, bukan seluruh cerita: ia menjawab “seberapa baik kiper ini menghentikan tembakan yang mengarah ke gawangnya?” dengan sangat baik, dan menyerahkan pertanyaan-pertanyaan lain kepada metrik yang lain.

Referensi

  1. Hudl — penjelasan post-shot expected goals: hanya tembakan tepat sasaran, memperhitungkan lintasan dan lokasi bola setelah ditendang
  2. StatsBomb — post-shot xG sebagai ukuran shot-stopping kiper, dan turunannya Goals Saved Above Average
  3. Football365 — peringkat kiper Premier League 2023/24 memakai PSxG minus gol kebobolan (data FBref); José Sá +8,9 tertinggi